Jumat, 27 September 2013

Apakah Velociraptor itu???


Velociraptor (arti 'pencuri yang gesit') atau raptor adalah sejenis pemangsa seperti Tyrannosaurus, hanya berbadan lebih kecil dan biasa hidup berkelompok. Strategi menyerang mereka lebih pintar daripada dinosaurus lainnya. Mereka menggunakan penarik perhatian untuk mengalihkan perhatian mangsa mereka, yang sebenarnya mangsa mereka telah dikepung.
Velociraptor hidup di akhir zaman Cretaceous sekitar 65-71 juta tahun yang lalu. Ia termasuk dalam sub-ordo Dromaeosauridae yang memiliki ukuran tubuh sedang, dengan panjang sekitar 7 kaki (2,5 meter) dan tinggi 3 kaki (1 meter) dan berat sekitar 20-60 pound (10-20 kilogram).
Pada topic kali ini adalah mengulas tentang fakta dari si raptor ini, apakah benar dia pembunuh yang kejam? Apakah benar ukurannya setinggi 2 meter? Apakah benar raptor memiliki bulu seperti unggas?
Mari kita bahas ulasan ini.
Masalah Ukuran
Raptor pertama kali dimunculkan di publik dalam film Jurassic Park pada tahun 1993. Mereka memiliki panjang sekitar 4 meter dan tinggi 2 meter, sehingga banyak para paleontolog yang mengkritik hingga mengejek Spielberg, sang sutradara Jurassic Park.
Dan kebohongan reputasinya tersebut mendunia sehingga banyak film – film yang berbau velociraptor memiliki gambaran raptor ala Spielberg. Tapi mengapa Spielberg berbuat demikian? Mungkin hanya ingin membuatnya lebih berbeda saja sehingga raptor memiliki reputasi yang kejam nan ganas. Seperti yang sudah dijelaskan diatas, raptor memiliki ukuran tubuh kecil, kurang lebih seukuran dengan ayam kalkun modern. Jadi gambaran dari Spielberg sangatlah tidak benar.
Namun dijelaskan pada Jurassic Park The Game bahwa ukuran raptor mereka tiga kali lebih besar dari ukuran seharusnya, dan ukuran tersebut cenderung lebih mirip dengan Utahraptor atau Deinonychus.
Dan itu merupakan tanda bahwa pihak Jurassic Park memang sengaja membuat ukuran raptor lebih besar dari ukuran yang sebenarnya, dan hal ini sengaja dibuat hanya untuk mendramatisir.
Penampilan
Spielberg juga menampilkan raptor dengan penampilan bak kadal modern yang bergerak lincah, memang pendapat para paleontolog pun serupa, tapi penemuan baru membuat para paleontolog terkejut, yaitu penemuan fosil raptor dengan cetakan bulu ditemukan di dataran China pada tahun 1986.
Ulasan berikut ini juga menyalahkan gambaran Spielberg.
Cakar Maut
Ciri khas yang dimiliki oleh keluarga Dromaeosauridae adalah memiliki cakar maut yang melengkung berbentuk seperti sabit di kedua kaki belakangnya.
Para ahli paleontolog berspekulasi bahwa cakar tersebut digunakan untuk membunuh mangsanya. Reputasi ini pertama kali diperlihatkan pada film Jurassic Park III saat menancapkan cakar mautnya di salah satu pemain film tersebut. Tapi apakah benar cakar tersebut digunakan untuk menyobek daging mangsanya?
Sebuah penemuan mengejutkan bahwa terdapat fosil raptor yang sedang bertarung denan seekor Protoceratops, dan fosil tersebut masih dalam keadaan bertarung. Dan disitu menunjukkan bahwa cakar sabit raptor masuk ke dalam batang tenggorokan sang protoceratops.
Ilmuwan asal Inggris, Phil Manning melakukan eksperimen yaitu dengan membuat replika kaki belakang raptor untuk mengungkapkan kebenaran dari cakar maut raptor.
Dan hasilnya mengejutkan, cakar tersebut tidak bisa menyobek daging karena bagian belakang cakar tersebut berbentuk bulat tumpul, sehingga Phil berspekulasi bahwa cakar tersebut hanya untuk menusuk saja. Mungkin raptor menggunakannya untuk menusuk saluran pernapasan mangsanya sehingga membuat mangsanya mati kehabisan darah. Dan satu lagi kebenaran yang menunjukkan kesalahan Spielberg.
Perilaku
Digambarkan di Jurassic Park bahwa raptor berburu tidak sendirian, melainkan dengan kawanannya. Para paleontolog pun berpikiran sama bahwa raptor berburu dalam kawanan seperti kawanan singa modern.
Raptor dianggap sebagai dinosaurus yang memiliki cukup akal yang lebih pintar dari sekian banyak dinosaurus lainnya, dan hal ini ditunjukkan dari cara berburunya yaitu dengan menggunakan strategi. Strategi yang digunakan serupa dengan Elang Harris. Mereka berburu dengan tugas masing – masing, ada yang bertugas mengejar mangsanya dan ada juga yang bertugas menyergap mangsa, dan sisanya menikmati hasil buruan mereka. Sehingga spekulasi dari Spielberg tentang cara berburu sangatlah tepat.

7 Jenis Buaya Purba yang Pernah Menguasai Bumi

1. BoarCroc (Kaprosuchus saharicus)
 
 
 
 
Boarcroc atau kaprosuchus adalah sebuah genus yang telah punah dari mahajangasuchid crocodyliform. Hal ini diketahui dari tengkorak yang ditemukan di Upper Cretaceous Echkar Formation di Niger. Namanya yang berarti "BoarCroc" dari bahasa Yunani kapros ("babi hutan") dan souchos ("buaya") mengacu pada gigi yang luar biasa besar yg berbentuk taring yang mirip dengan babi hutan.Buaya ini telah dijuluki "BoarCroc" oleh Paul Sereno dan Hans Larsson yang genusnya pertama kali dijelaskan di dalam monografi yang diterbitkan dalam ZooKeys pada tahun 2009 bersama dengan crocodyliformes Sahara lainnya seperti Anatosuchus dan Laganosuchus.

Kaprosuchus diperkirakan memiliki panjang sekitar 6 meter.Buaya ini memiliki tiga set gigi yang seperti gading yg berbentuk taring yang ada di bagian atas dan di bawah tengkorak, jenis gigi ini tidak terlihat dalam crocodyliform lain yang sudah dikenal.Karakteristik lain yang unik dari Kaprosuchus adalah kehadiran besar, tanduk berkerut terbentuk dari tulang squamosal dan parietal yang keluar dari tengkoraknya.

2. RatCroc (Araripesuchus rattoides)
 
 

Fossil-nya ditemukan di Maroko.Panjangnya tiga kaki.Mempunyai sepasang gigi di rahang bawahnya untuk menggali untuk mencari makanan.

3. PancakeCroc (Laganosuchus thaumastos)
 
 
 
 
Pada panjang 20 kaki, PancakeCroc sama besarnya seperti buaya terbesar yang hidup sekarang ini.Tapi rahang tiga kakinya benar-benar tipis, rapuh, dan kurang bertenaga.Karena rahangnya tidak cukup kuat untuk berkelahi dengan mangsanya, Paul Sereno percaya dia makan di bawah air, hanya dengan membuka mulutnya dan berharap sesuatu akan berenang di dalamnya. Tubuhnya sudah pasti dilengkapi dengan baik untuk mengintai tanpa bergerak di satu tempat selama berjam-jam, bahkan mungkin berhari-hari.

4. DuckCroc (Anatosuchus minor)
 
 
 
 
Diciptakan untuk bergerak di darat, DuckCroc mungkin sangat cekatan, serta cepat larinya. Scan otak menunjukkan otak DuckCroc dikelilingi oleh kantong udara - tanda-tanda bahwa itu adalah organ turbocharged yang membutuhkan pendinginan. DogCroc juga berbagi karakteristik serupa. Anda mungkin menyebut mereka korvet buaya. Tapi DuckCroc memiliki otak yang lebih besar yang terhubung ke hidung yang sangat khusus - mungkin sesuatu seperti Platypus berparuh bebek.

5. DogCroc (Araripesuchus wegeneri)
 
 
 
Makhluk aneh, dan kurus, yang tampak seperti anjing berlapis baja, mengendus tanah saat mereka pergi, dan juga mengendus udara dengan hidungnya yang berdaging. DogCroc adalah seniman melarikan diri yang lihai - siap untuk berenang menjauh dari dinosaurus atau lari dari buaya lain. Seperti DuckCroc, DogCroc memiliki otak besar - bagian berpikir, dan merasakan dari otak.

6. SuperCroc (Sarcosuchus imperator)
 
 
 
 
Para ilmuwan telah menggali sisa-sisa satu buaya kuno yang sepanjang bus kota dan berat seperti ikan paus kecil. Makhluk raksasa, yang hidup 110 juta tahun yang lalu, di masa Cretaceous Tengah, tumbuh sepanjang 40 kaki (12 meter) dan beratnya sebanyak delapan ton metrik (17.500 Pon).

Rahangnya sendiri hampir sepanjang enam kaki (1,8 meter) dan mempunyai lebih dari 100 gigi yang begitu kuat bahkan makhluk kolosal ini mungkin mengkonsumsi dinosaurus kecil serta ikan.

7. Deinosuchus rugosus
 
 
 
Deinosuchus adalah buaya dengan rahang besar serta menjadi makhluk terbesar yang menjelajahi daratan berair yang pernah ada di dunia. Mesin pembunuh raksasa purba ini bersembunyi di rawa yang lebat di Amerika Utara lebih dari 65 juta tahun yang lalu. Dengan rahang sepanjang tinggi badan manusia, ia dapat dengan mudah membunuh dinosaurus dengan bobot beberapa ton. Dengan mudah kita dapat membayangkan bagaimana makhluk buas ini menarik dinosaurus besar ke air untuk menenggelamkannya, lalu membunuhnya dengan gigitan yang mematikan.

Sejauh ini bagian dari makhluk ini telah ditemukan. Para ilmuwan memperkirakan ukuran dari makhluk ini berdasarkan tengkorak yang telah ditemukan di Texas.

Info
  • Panjang : 12 – 15 meter, termasuk 1.8 meter rahang
  • Bobot : 5 ton
  • Makanan : Hewan besar, termasuk dinosaurus
  • Deinosuchus hidup di akhir zaman Cretaceous, di rawa-rawa di sebagian besar tempat yang sekarang adalah Amerika Utara. Pemburu fosil telah menemukan sebagian kerangka dari buaya purba yang luar biasa ini di Montana dan Texas.

Fakta Lain
  • Deinosuchus adalah salah satu dari keturunan reptil buaya purba yang memiliki struktur tubuh yang sama dari sejak zaman Jurassic (sekitar 150 juta tahun yang lalu) hingga kini.
  • Seperti halnya dengan buaya moderen, Deinosuchus mungkin menelan bebatuan sebagai pemberat untuk menyeimbangkan daya apung tubuhnya dan membantunya untuk tetap didalam air saat mengincar mangsanya.
  • Deinosuchus juga dikenal sebagai nama samaran dari Probosuchus, atau ‘buaya menyeramkan’.
  • Berdasarkan pengkajian yang mendalam atas kerangkanya – dengan menghitung cincin pertumbuhan seperti cincin pada sebuah pohon – para ahli memperkirakan bahwa Deinosuchus membutuhkan waktu 35 tahun untuk tumbuh mencapai ukuran dewasanya.
bedanya Dinosuchus sama Sarcosuchus (SuperCroc) itu kalo Deinosuchus hidup di rawa2, kalo SuperCroc hidup di sungai & laut dangkal, kalo dari ukuran gk beda jauh...

Nah, itulah 7 Jenis Buaya Purba semoga menambah wawasan anda.

Awal Generasi Buaya di Bumi







Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada zaman dinosaurus ketika Triassic dan Jurassic mengalami kepunahan, justru menjadi awal kemunculan bagi buaya.

Dalam jurnal Biology Letters, dijelaskan hampir semua buaya termasuk Archosaurs yang mengalami kepunahan pada 201 juta tahun yang lalu. Tetapi masih ada sebagian garis keturunannya yang selamat tersebar di rawa, sungai, dan lautan selama periode Trias.


 

Selama periode Triassic terdapat dua kelompok besar yang hidup berdampingan di lingkungan yang sama, yakni dinosaurus dan pseudosuchians. Kelompok ini merupakan makhluk besar yang berbentuk seperti buaya dengan leher pendek, moncong panjang, dan tengkorak besar.

Dilansir NBCnews, Jumat (28/3/2013), sekira 201 juta tahun yang lalu diperkirakan ada aktivitas gunung berapi atau meteor besar yang menghantam bumi menghancurkan setengah spesies di Bumi.

Hanya salah satu keturunan pseudosuchians yakni crocodylomorphs yang selamat. Spesies ini lah yang dikenal sebagai buaya modern.

“Walaupun hampir seluruh garis keturunannya punah, tapi ada satu jenis populasi buaya yang masih dapat bertahan. Mereka dapat bertahan hidup dan berkembang biak dengan baik terutama dalam hal morfologinya,” ucap seorang peneliti biologi evolusi, Olja Toljagic di Ludwig Maximilian University of Munich.

Untuk mencari tau mengenai apa yang terjadi pada pseudosuchians ketika terjadi kepunahan massal, Toljagic dan koleganya Richard Butler menganalisis karakteristik pseudosuchians untuk memberi gambaran tentang keanekaragaman spesies.

Hasilnya, tim menemukan bahwa buaya tidak hanya menjadi hewan yang selamat dari kepunahan, tetapi juga menujukkan keragaman besar dalam beberapa juta tahun setelah kepunahan.

Sampai saat ini peneliti masih mencoba untuk memahami bagaimana cara mereka dapat bertahan ketika yang lainnya mengalami kepunahan. Hal ini masih menjadi misteri yang belum terpecahkan bagi ahli biologi dan paleontologi.

“Kepunahan waktu itu nampaknya memiliki pengaruh besar dan memberikan kesempatan spesies baru untuk berkembang biak,” kata seorang ahli paleontologi di University of Edinburgh, Stephen Brissate.